Kaktus

SPEMUKU – Tanaman kaktus adalah jenis tanaman sukulen yang terkenal dengan kemampuannya untuk menyimpan air dalam batangnya. Mereka memiliki ciri-ciri seperti daun yang tereduksi atau berubah menjadi duri, yang membantu mengurangi penguapan air. Kaktus datang dalam berbagai bentuk dan ukuran, mulai dari yang kecil seperti kaktus bintang hingga yang besar seperti kaktus saguaro yang ikonik.

Kaktus seringkali memiliki warna hijau atau biru yang khas, tetapi ada juga yang berwarna merah atau oranye. Mereka biasanya tumbuh di lingkungan gurun atau daerah beriklim kering, tetapi beberapa jenis dapat ditemui di berbagai wilayah. Kaktus adalah tanaman yang tahan kekeringan dan memerlukan sedikit perawatan, sehingga sangat cocok sebagai tanaman hias dalam pot di rumah atau taman.

Selain keindahan bentuk dan warnanya, beberapa kaktus juga menghasilkan bunga yang cantik. Beberapa jenis kaktus bahkan memiliki buah yang dapat dimakan. Kaktus adalah tanaman yang unik dan menarik yang telah menjadi pilihan populer bagi banyak pecinta tanaman di seluruh dunia.

Sejarah kaktus

Istilah kaktus berasal dari kata kaktos, bahasa Yunani, artinya tanaman berduri. Kaktus tumbuh sekitar 100 juta tahun yang lalu, dengan bentuk yang tinggi. 60 juta tahun kemudian, kaktus yang oleh Linnaeus, ahli botani, tergolong tumbuhan berduri atau Cactaceae ini punah bersamaan dengan tenggelamnya benua Amerika.

Peristiwa ini terjadi akibat meletusnya gunung berapi. Dengan berakhirnya kegiatan vulkanik gunung berapi tersebut, kaktus pun muncul kembali. Hanya saja, kini kaktus tumbuh dengan bentuk yang kecil, sebagai akibat terjadinya evolusi. Hingga saat ini, sekitar 2.000 spesies kaktus telah menyebar di seluruh penjuru dunia. Kaktus berasal dari dataran tandus seperti Meksiko dan Amerika Selatan.

Daerah yang memiliki curah hujan rendah dengan frekuensi tidak menentu ini dilengkapi dengan perubahan suhu yang sangat mencolok. Sebagian orang berpendapat, kaktus memiliki pusat asal di Amerika Selatan dan Tengah, Kanada Utara hingga Kepulauan Galapagos di Pasifik serta kepulauan tropis di India Timur dan Karibia. Tanaman ini dapat ditemukan di sekitar pantai dekat laut, hutan, hingga gunung es seperti Pegunungan Andes.

Hal ini membuktikan bahwa kaktus memiliki tempat hidup yang beragam, dari gurun hingga gunung es yang berketinggian 3.000-4.000 mdpl. Kaktus mampu melakukan perubahan pada tubuhnya sesuai kondisi alam. Pada kondisi alam yang tidak sesuai, kaktus beradaptasi dengan mengecilnya ukuran daun, menyempitnya perakaran, dan menjadikan batang sebagai tempat penyimpanan cadangan air. Saat berada dalam suhu panas dan tanah gersang, kaktus beradaptasi dengan cara membentuk kulit yang tebal dan berlapis, dengan bulu-bulu yang halus dan duri-duri yang tajam.

Klasifikasi kaktus

Berikut ini klasifikasi tanaman kaktus dalam taksonomi tumbuhan: Kingdom: Plantae (tumbuh-tumbuhan) Divisi: Spermatophyta (tumbuhan berbiji) Subdivisi: Angiospermae (berbiji tertutup) Kelas: Dicotyledonae (berkeping dua) Ordo: Cactales Famili: Cactaceae Subfamily: Pereskiae, Opunteae, dan Cereeae. Genus: Pereskiae, Opuntia, Cereus, Cephalocereus, Echinocactanae, Mammillaria Spesies: Opuntia microdasys (kaktus totol), Notocactus leninghausii (kaktus bola emas), dan lain-lain.

Morfologi kaktus
Secara morfologis, tubuh kaktus terdiri dari akar, batang, daun, duri, bunga, buah, dan biji. Berikut penjelasannya:

  1. Akar, Akar kaktus meliputi akar tunggang, akar cabang, dan akar merambat. Adapula akarnya yang membengkak. Selain itu, akar beberapa jenis kaktus bersifat epifit. Artinya, akar tersebut menempel pada pohon lain. Umumnya, akar kaktus tahan terhadap kekeringan dan tidak tahan terhadap keadaan tanah yang menggenang.
  2. Batang, Batang kaktus umumnya berbentuk tiang tunggal dan jarang bercabang dengan ketinggian 15 meter lebih. Ada pula batang yang berbentuk semak-semak rendah dengan cabang cabang rendah. Batang berbentuk bulat, bulat papak, silindris atau conis. Pada lekukan batang terdapat lekukan cembung sebagai tempat melekatnya duri-duri. Warna batang hijau, hijau semu biru, abu abu kebiruan, mengkilat hingga suram. Batang ini mampu menyimpan air dalam bentuk lendir atau getah dan tidak mudah menguap.
  3. Daun, Hanya subfamily Pereskiae saja yang memiliki daun. Oleh karena itu, proses fotosintesis. subfamilia Opunteae dan Cereae berlangsung di bagian batang karena keduanya tidak memiliki daun. Ada Pula kuntum yang tumbuh berpasangan. Letaknya membentuk bunga atau cabang yang diselubungi oleh glochids. Glochids adalah kuas rambut atau bulu-bulu yang halus dan tajam.
  4. Duri, Kaktus memiliki duri yang ukuran dan bentuknya sangat bervariasi. Duri ini tumbuh di bagian areola. Areola adalah tempat dudukan tumbuhnya duri, ranting atau cabang, daun, dan bunga. Namun, tidak semua kaktus berduri memiliki areola. Tiap areola terdiri dari 5-15 buah atau lebih. Bentuk duri pendek, panjang, lembek atau keras, dengan warna yang berbeda. Duri kaktus memiliki letak sebagai berikut: Berada di tengah-tengah (duri sentral atau pusat). Melingkari duri sentral disebut juga duri jari-jari.
  5. Bunga, Bunga kaktus bermahkota, berbentuk corong, dan tidak nampak berkelopak bunga. Mahkota bunga bagian bawah berbentuk pipa pendek atau panjang. Helai mahkota bagian atas terdiri dari 1 atau beberapa lapis, dengan warna yang beragam.
  6. Biji, Biji berbentuk bulat kecil, kulit tipis hingga tebal dan keras. Permukaan kulit biji mengkilap dengan warna coklat kehitam hitaman.
  7. Buah, Bentuk buah bulat atau lonjong dan berdaging tebal. Buah bergerombol berada di atas ujung batang. Tiap butir buah ditutupi duri-duri kecil tajam. Buah kaktus dapat berwarna merah, kuning atau oranye. Rata-rata setiap kaktus menghasilkan 100-200 butir buah.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate ยป