Membaca, Bukan Sekedar Membuka Jendela Dunia

Sebuah ungkapan yang sudah tidak asing lagi dan sering kita jumpai di hampir semua dinding perpustakaan.  Membaca membuka jendela dunia. Memang ungkapan tersebut bukanlah suatu kata-kata pemanis belaka, namun mengandung makna yang begitu dalam karena dengan membaca, apapun jenis bacaannya entah itu buku, novel, berita, dan sebagainya akan dapat menambah wawasan, mengubah pola pikir dan aktifitas dalam pengembangan diri seseorang. Demikian juga membaca membuat kita bisa mengerti apa yang selama ini tidak kita pahami sekaligus bisa menemukan solusi terhadap permasalahan yang sedang kita hadapi.

Dari segi kesehatan, dengan membaca dapat meningkatkan kinerja otak dan menjaga kesehatan otak, karena dengan membaca otak akan terjaga untuk tetap aktif sehingga dapat sehat dan kuat seperti organ tubuh yang lain yang digunakan untuk aktifitas.  Secara tidak langsung bila membaca dilakukan setiap hari maka akan menjadi sebuah kebiasaan yang akan membuat otak dapat melakukan fungsinya dengan baik dan benar.  Otak akan mengingat berbagai hal dari buku yang kita baca sehingga memori otak akan meningkat.  Dalam beberapa penelitian juga telah membuktikan bahwa dengan membaca dapat merangsang neuron/sel saraf  otak aktif bekerja sehingga dapat mencegah penyakit alzheimer dan demensia.

Melihat banyaknya manfaat dari membaca, sudah seharusnya kita mulai membiasakan diri untuk membaca. Namun sayangnya, kegiatan membaca buku akhir-akhir ini kurang diminati oleh masyarakat.   Berapa banyak perpustakaan di sekolah-sekolah maupun di daerah yang disediakan pemerintah sepi dari pengunjung.  Toko-toko buku sudah sedikit  peminatnya, bahkan beberapa dari mereka sudah gulung tikar karena ditinggalkan konsumennya yang notabene pembaca buku, dengan berbagai alasan seperti kesibukan maupun terdistraksi oleh banyaknya media informasi yang mudah diakses melalui media sosial, televisi maupun internet seiring dengan perkembangan teknologi digital.

Berkurangnya minat baca buku bisa kita lihat dari data Unesco yang disampaikan oleh Presiden Direktur Big Bad Wolf Indonesia Uli Silalahi pad 17 November 202, bahwa dari tahun 2016 sampai sekarang Indonesia belum berubah masih berada diperingkat 61 dari 62 negara di dunia dalam minat bacanya padahal dari segi penilaian infrastruktur untuk mendukung membaca, peringkat Indonesia berada di atas negara-negara Eropa. Pencanangan Hari Buku Nasional bersamaan dengan Hari Perpustakaan Nasional yang diperingati setiap tanggal 17 Mei juga belum bisa memberikan perubahan dalam meningkatkan minat baca. Ditambah lagi daya dukung buku baru yang dihasilkan di negara kita masih kalah jauh dengan negara lain. Sebagai perbandingan, Indonesia mencetak buku 18 ribu buku pertahun, Jepang 40 ribu pertahun dan Cina 140 ribu pertahun.

Nah, sekarang bagaimana supaya minat membaca kita tumbuh dan menjadikan membaca sebagai sebuah aktifitas yang menyenangkan? Berikut ada beberapa tips:

  1. Mulailah dengan apa yang disukai. Dengan memilih topik-topik bacaan yang disukai maka kita akan merasa nyaman dan menikmati setiap buku yang kita baca.  Bisa juga dimuka dengan membaca bacaan yang ringan.
  2. Memilih waktu yang tepat. Agar kita terbiasa membaca maka bukan kita menunggu waktu luang akan tetapi luangkan waktu untuk membaca.
  3. Menciptakan suasana yang nyaman. Hal ini bisa kita lakukan dengan menyediakan ruang khusus untuk membaca atau buat/cari suasana yang menyenangkan disekitar kita untuk membaca bisa juga dengan pergi ke perpustakaan. Bisa juga dengan menyediakan makanan ringan/camilan supaya kita rileks ketika membaca.
  4. Mencari teman yang juga suka membaca. Dengan teman yang sefrekuensi secara tidak langsung akan mendapat dukungan  untuk meningkatkan kemauan/hobi membaca sekaligus dapat bertukar pikiran atau bertukar informasi tentang buku yang dibaca.
  5. Mengikuti reading challenge. Reading challenge dapat dilakukan dengan menantang diri sendiri untuk membaca atau membuat target untuk menyelesaikan bacaan karena membangun komitmen perlu adanya tantangan.
  6. Menulis ulasan buku yang dibaca. Jika setelah selesai membaca kita membuat ulasannya, maka hal ini bisa membuat kita aktif menulis sekaligus untuk merangsang daya kritis.

Semoga membaca menjadi hobi baru kita yang menyenangkan.

“Bacalah, dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari setimpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahui. (QS. Al Alaq 1-5).

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »