Refleksi Milad SMP Muhammadiyah 1 Kudus Ke-76: Memajukan Spemuku dengan Workplace Literacy

Tujuh puluh enam tahun sudah SMP Muhammadiyah 1 Kudus atau dikenal dengan Spemuku berkiprah memajukan pendidikan di Indonesia. Usia tersebut bukanlah usia senja, yaitu usia yang serba menurun baik aspek fisik, aspek emosional, aspek berpikir logis. Namun Spemuku adalah sebuah lembaga pendidikan tempat bernaung orang-orang yang ingin memajukan sumber daya manusia. Berbagai lika-liku pengelolaan lembaga ikut serta dalam perjalanan Spemuku, berbagai fase pemerintahan telah dilalui oleh Spemuku sejak mulai lahirnya pada masa awal kemerdekaan, masa orde lama, masa orde baru dan masa reformasi dengan berbagai perubahan kurikulum pendidikan.

Semangat Spemuku adalah bagian dari semangat persyarikatan Muhammadiyah yaitu semangat berkemajuan. Derap langkah semangat berkemajuan telah diterjemahkan dalam visi misi SMP Muhammadiyah 1 Kudus. Tantangan masa depan adalah tantangan dan harapan bagi Spemuku untuk menjadi sekolah yang unggul dalam sains dan agama. Era digital telah direspon oleh Spemuku dengan membuat program sekolah Coding. Spemuku terus berpacu membangun keunggulan baik secara komparatif maupun kompetitif. Spemuku unggul dalam SDM pendidik dan tenaga Kependidikan, Spemuku unggul dalam prestasi para siswannya itulah cita-cita SMP Muhammadiyah 1 Kudus.

Gerakan Literasi Sekolah yang dicanangkan berdasarkan Permendikbud  No 21 Tahun 2015  kini semakin gencar gaungnya, di berbagai sekolah selalu digaungkan tentang literasi. Spemuku diharapkan sebagai bagian dari upaya  membangun tradisi literasi di sekolah. Pentingnya memajukan Spemuku sebagai Workplace Literacy. Workpalce Literacy sebuah istilah yang di pinjam dari upaya untuk membentuk karakter para TKI menjadi pekerja profesional yang tidak semata-semata mencari uang. Banyak TKI yang kinerjanya kurang memadai sehingga menimbulkan masalah.

Lembaga Pendidikan yang ingin maju tentu harus memiliki pedoman literasi tempat kerja,  Sticht (1988) Membedakan antara Literasi Umum dan spesifik keaksaraan umum (Misalnya Kosakata dan operasi aritmatika) berkolerasi dengan tingkat pendidikan yang diperoleh seseorang. Sticht melaporkan bahwa orang dengan kemampuan baca tulis yang tinggi lebih cenderung menggunakan keterampilan membaca mereka ditempat kerja. Keaksaraan atau pengetahuan spesifik mampu memotivasi rasa keingintahuan dengan peningkatan kemampuan baca yang asalnya kemampuan baca tulisnya rendah. Tekun berlatih juga meningkatkan tingkat membaca untuk tugas tertentu, keaksaraan tertentu dapat mengimbangi rendahnya tingkat keaksaraan umum dengan kata lain lingkungan tempat kerja bisa dijadikan sebagai literasi tempat kerja untuk meningkatkan kemampuan membaca seseorang.

Menurut Stich (1995) Literasi Fungsional yang disebut literasi berorientasi kerja yaitu literasi yang memiliki karakteristik diantaranya : keaksaraan dan fungsionalitas dalam menguji ketrampilan ekonomi. Spemuku adalah lembaga pendidikan yang berorientasi pada pelayanan baik pelayanan pendidikan maupun juga pelayanan administrasi. Semangat orientasi Pelayanan Spemuku diharapkan mampu meningkatkan keterampilan ekonomi lembaga sehingga berdampak pada kesejahteraan guru karyawan SMP Muhammadiyah 1 Kudus. Sebagai implementasi Workplace Literacy. Dalam dunia Industri Literasi ditempat kerja banyak item atau kriteria yang harus dilalui namun bagi Spemuku prasyaratnya tidak perlu disamakan dengan perusahaan/industry namun hanya sebatas kemauan untuk berubah. Karena skill dan pengalaman sudah terbiasa dalam tradisi lembaga maupun organisasi persyarikatan yang dinamis. Tidak bisa dipungkiri dinamika lembaga selalau terkait dengan berbagai tantang eksternal maupun internal. Tantangan ekternal adalah tantangan persaingan antar sesama sekolah tantangan mutasi keprofesian seperti rekrutmen CPNS maupun PPPK tantangan internal menyangkut kesiapanan sumberdaya yang melek digital.

Kebutuhan literasi tempat kerja atau workplace literacy sangat urgent dalam meningkatkan pelayanan terutama terkait literasi fungsional, bagaimana setiap unit mampu mendiskripsikan pekerjaan secara detail namun efektif dan efisien.  Pihak pimpinan juga mampu mengelaborasikan pejabaran literasi tempat kerja menjadi suatu yang produktif untuk meningkatkan value SMP Muhammadiyah 1 kudus. Peningkatan Value secara otomatis akan meningkatkan penghasilan SMP Muhammadiyah 1 Kudus yang ujung-ujungnya mampu menyejahterakan warga sekolah.

Disinilah harus ada semangat kepemilikan yang tinggi terhadap SMP Muhammadiyah 1 Kudus sehingga ada kedekatan emosional. Kalau para pekerja asing dituntut berliterasi tempat kerja supaya berkinerja secara profesional karena besarnya imbalan yang diperoleh namun literasi tempat kerja di lembaga pendidikan adalah sebuah keterikatan antara pengabdian, kesejahteraan. Kerja-kerja hebat para Gukar SMP Muhammadiyah 1 Kudus akan mematik sekolah lainnya untuk study di SMP Muhammadiyah 1 Kudus. Workplace literacy menerapkan ruang publik untuk saling berdiskusi mencari arah terbaik sehingga terciptanya kerja-kerja yang baik. Perkembangan teknologi digital harus disikapi sebagai bagian dari tuntutan kerja bagaimana memanfaatkannya untuk menghasilkan karya-karya yang bermutu sebagai prestasi kerja..

Responsif Kinerja

Lembaga yang selalu berorientasi pada kualitas adalah lembaga yang responsive terhadap kinerja organisasi. Tradisi tersebut akan membantu dalam menghadapi perubahan teknologi dan perubahan budaya organisasi seperti kerja tim, hubungan interpersonal, ketrampilan komunikasi dan ketrampilan. Pentingnya Usaha Kolaboratif harus dilakukan mulai dari perencanaan dan pelaksanaan program. Workplace literacy atau  literasi di tempat kerja bukan hanya hanya di perusahaan-perusahaan saja, lembaga-lembaga non profit juga membutuhkannya sebagai upaya untuk memajukan sumber daya manusia. Baik perusahaan ataupun lembaga non perusahaan seperti lembaga pendidikan, SDM di dalamnya adalah SDM yang juga dituntut untuk memajukan lembaganya, sehingga membutuhkan literasi sebagai dasar untuk berinovasi.

“Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yang berkarya dan terampil dan siapa yang bersusah payah mencari nafkah untuk keluarga maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah Azza Wajalla (HR. Ahmad)

Biasannya perusahaan ingin memaksimalkan produktivitas para pekerjanya maka perlu menciptakan tempat kerja di mana pekerja merasa aman dan di hormati termasuk melindungi kesejahteraan diri, martabat dan mental pekerja, demikian juga dengan lembaga pendidikan. Warga sekolah Seyogyanya menjadikan Spemuku sebagai rumah tempat bekerja yang menyenangkan

Literasi tersebut ditujukan guna meningkatkan produktivitas dan kompetensi para pegawai agar pekerjaan lebih efektif dan efisien serta meningkatkan pemahaman tentang berbagai kemajuan dalam lingkup pekerjaan mereka, jangan sampai ada pribadi yang apatis terhadap lingkungan di SMP Muhammadiyah 1 Kudus karena segalanya butuh perhatian terutama terkait dengan tata kelola harian.

Setidaknya ada 10 karakteristik yang dipublikasikan oleh konfederasi industri Inggris (CBI) sebagai usaha meningkatkan kinerja perusahaan yang relevan untuk diterapkan sebagai nilai-nilai dalam implementasi workplace  literacy (Gilang P, 2019) :

  • Nilai dan Integritasi
  • Komunikasi yang efektif
  • Penerapan hitung menghitung
  • Aplikasi Teknologi
  • Pemahaman Dunia Kerja
  • Ketrampilan Pribadi dan Interpersonal
  • Pemecahan Masalah
  • Semangat untuk Berubah
  • Pembelajaran Keorganisasian
  • Mempromosikan Literasi Tempat Kerja

Publikasi Literasi Tempat Kerja bisa dilakukan dengan memanfaatkan Keberadaan Aula Muhammadiyah yang terdapat di SMP Muhammadiyah 1 Kudus sebagai peluang untuk  mempromosikan SMP Muhammadiyah 1 Kudus sebagai Literasi Tempat Kerja. Selain kenyamanan tempat juga bisa digunakan untuk publikasi  berbagai aktivitasi warga SMP Muhammadiyah 1 Kudus baik Gukar maupun siswanya sehingga para pengunjung Aula Muhammadiyah tahu dan mengerti dinamika di SMP Muhammadiyah 1 Kudus sebagai literasi tempat kerja yang berwujud literasi dokumentasi. Maka dari itu pentingnya penempatan foto berbagai kegiatan di mading yang di pampang termasuk juga peta gedung dengan berbagai penjelasan sarana prasarananya. Dari situ para pengunjung Aula mengetahui unit kerja apa saja yang terdapat di SMP Muhammadiyah 1 Kudus sebagai bahan berliterasi tempat kerja. Selamat Milad -76 SMP Muhammadiyah 1 Kudus semoga semakin berprestasi. (Syahirul Alem, Pustakawan SMP Muhammadiyah 1 Kudus)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »