Gerakan Menanam Pohon, Sebuah Upaya menjaga kelestarian lingkungan dan Kesehatan

SPEMUKU – Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) yang ditetapkan setiap tangal 28 November melalui Keppres No.24 Tahun 2008  merupakan upaya untuk memberikan kesadaran dan kepedulian kepada masyarakat akan arti pentingnya penanaman  pohon bagi pemulihan kerusakan sumber daya alam, keseimbangan ekosistem serta pelestarian lingkungan.   Menanam pohon merupakan investasi jangka panjang yang dapat meningkatkan keseimbangan ekosistem lokal dan kualitas udara serta membantu mengatur tingkat polusi global demi mencegah dampak perubahan iklim yang kini telah menjadi perhatian diberbagai negara.

Melalui proses fotosintesis yang terjadi pada pohon, maka karbondioksida sebagai polutan di udara yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor maupun  kegiatan industri akan terserap oleh pohon diubah menjadi oksigen yang sangat bermanfaat bagi manusia. Karbondioksida merupakan gas beracun dan bila dalam jumlah berlebihan akan menimbulkan efek rumah kaca.  dengan demikian menanam pohon dapat menyelamatkan bumi ini dari akibat global warming.

Keberadaan pohon juga mampu sebagai penyeimbang ekosistem. Hilangnya satu pohon bisa memutus mata rantai kehidupan.  Beberapa jenis hewan dapat berkurang jumlahnya dan hampir punah karena habitat mereka yang rusak atau hilang. Penebangan pohon yang tidak sesuai dengan aturan (sistem tebang pilih) juga dapat menyebabkan panas bumi meningkat sehingga jumlah suplai oksigen semakin berkurang dan tingkat polusi  udara meningkat. Demikian juga jumlah sumber air dalam tanah semakin berkurang sehingga mengakibatkan masyarakat kesulitan memperoleh air bersih.

Selain manfaat pohon bagi kelestarian lingkungan, manfaat pohon yang bisa kita rasakan bagi kesehatan diantaranya sebagai penyedia sumber makanan bergizi dengan menanam pohon yang menghasilkan  buah.  Saat kita berada di lingkungan yang asri dengan banyak pepohonan, maka tingkat stress dapat berkurang.  Hal ini terjadi saat saraf parasimpatik secara bertahap mengambil kendali, lalu menurunkan tekanan darah, denyut nadi serta tingkat kortisol sehingga suasana hati menjadi lebih baik. Efek pentingnya adalah dapat menurunkan stress, depresi dan kecemasan. Oleh karena itu saat kita berada di lingkungan yang banyak pepohonan, kita merasa bahagia, lebih rileks, sehat fisik juga mental.

Memperingati hari menanam pohon tak cukup hanya dengan menggali lubang, memasukkan bibit lalu ditinggalkan.  Namun menanam pohon sama seperti kita merawat diri sendiri, untuk bisa tumbuh dan berkembang dengan baik sesuai fungsinya, maka perlu dilakukan perawatan seperti menyiram, memberi pupuk, pemangkasan dan sebagainya. Karena jika kita memperlakukan pohon dengan baik, maka pohon juga akan memberikan banyak manfaat kepada kita.

Menanam pohon, selain merupakan investasi jangka panjang dunia juga merupakan investasi jangka panjang akhirat.  Sebagaimana Islam menganjurkan dalam hadistnya yang berbunyi “Tiada seorang muslim yang menanam pohon atu menebar bibit tanaman, lalu (hasilnya) dimakan oleh manusia, burung atau apapun itu, melainkan ia akan bernilai pahala sedekah pahala bagi penanamnya” (HR. Muslim).

Pentingnya menanam pohon ini tidak hanya untuk generasi saat ini saja, tetapi juga untuk generasi selanjutnya, anak cucu kita.  Menanam pohon merupakan salah satu langkah kebaikan yang kita ciptakan untuk keselamatan lingkungan di masa kini maupun masa mendatang.  Kesadaran menanam pohon di sekitar rumah kita bisa menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan menjadi lebih sehat.

Salam Go Green.

4 komentar untuk “Gerakan Menanam Pohon, Sebuah Upaya menjaga kelestarian lingkungan dan Kesehatan”

  1. Myria Dian Farida

    Mantap surantap SPEMUKU👍👍

    Menanam pohon setiap hari (cakeepp)
    Semesta terbebas dari Polusi (eaaaa)

  2. Janganlah berfikir, “apa yang akan saya dapatkan dengan menanam pohon sejarang”, tetapi berfikirlah “apa yang perlu saya wariskan dari menanam pohon sekarang”.

    Teeima kasih Bu Ida, terima kasih Ibu Bapak keluarga Spemuku semuanya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »