Sejarah Sekolah

By MRD 25 Jul 2019, 16:32:14 WIB

 

Usaha mendirikan SMP Muhammadiyah di Kudus telah dimulai pada zaman pendudukan Belanda. Tahun 1939 didirikan MULO Muhammadiyah di Kudus. Sekolah Muhammadiyah ditutup pada waktu Jepang masuk ke Indonesia pada tahun 1941.

Pada tahun 1946 atas prakarsa Pengurus Masyumi didirikanlah Sekolah Menengah Islam di Kudus, namun sekolah inipun harus ditutup karena situasi keamanan yang tidak menentu pada masa tersebut. Kemudian pada pertengahan tahun 1946 atas dasar instruksi Pengurus Besar Muhammadiyah yang antara lain berisikan agar di daerah Karesidenan Pati didirikan SMP Muhammadiyah, maka dalam Musyawarah Daerah Muhammadiyah se Karesidenan Pati yang dipimpim Bapak Muslam, diputuskanlah untuk mendirikan SMP Muhammadiyah di Kudus. Pelaksanaan keputusan ini kepada Bapak R. Soelicha yang sekaligus bertindak selaku Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Kudus yang pertama.

Masalah yang pertama timbul adalah corak dari SMP yang akan didirikan tersebut, apakah bercorak agama seperti madrasah Tsanawiyah dan sekaligus sebagai sumber pengadaan ulama ataukah sebagaimana SMP biasa yang lebih didominasi oleh pelajaran umum. Atas dasar beberapa alasan, antara lain disetiap cabang sudah banyak memiliki Sekolah Rakyat (SR), maka diputuskanlah bahwa SMP Muhammadiyah di Kudus adalah SMP biasa dengan pelajaran agama ditambah porsinya.

Pada permulaan berdinya banyak sekali muncul hambatan-hambatan, antara lain :

  1. Sumber murid relatif kecil, Sumber murid merupakan masalah yang cukup serius karena pada waktu itu (tahun 1946) di Kudus baru terdapat satu Sekolah Rakyat Muahammadiyah.
  2. Belum memiliki gedung sendiri, Karena belum memiliki gedung sendiri, maka tempat belajar terpaksa berpindah-pindah, antara lain :
  • Tahun 1946 awal, menempati gedung di Majapahit (gedung SPA Kudus).
  • Tahun 1947 pertengahan pindah ke Jl. Jendral Sudirman.
  • Akhir tahun 1947 pindah ke selatan jalan, tetap di Jl. Jendral Sudirman (sekarang muka SD Cahaya Nur).
  • Tahun 1948 pindah ke BAPERA di Jl. Jendral Sudirman (sekarang KODIM Kudus). Kepindahan ke BAPERDA ini atas bantuan almarhum Mayor Basuno.
  • Tahun 1948 pindah ke BAPERA di Jl. Jendral Sudirman (sekarang KODIM Kudus). Kepindahan ke BAPERDA ini atas bantuan almarhum Mayor Basuno.
  • Pada Akhir tahun 1948 pindah ke selatan jalan, di Gedung Karetan tetap di Jl. Jendral Sudirman (sekarang Toko Kurnia Kudus)
  • Baru Pada tahun 1955 pindah ke Jl. KHR. Asnawi No.7 sampai sekarang.
  1. Sulit diperoleh guru-guru berakta dan berkemampuan mengajar, akibat kekurangan guru ini, terpaksa pengurus meminjam guru-guru dari instansi-instansi resmi, antara lain :
    • Bapak Suroso, Kepala Jawatan Pertanian Kudus.
    • Bapak Usmadi, pegawai Jawatan Pertanian Karesidenan Pati.
    • Bapak Hartodipo, Jaksa Kudus.
    • Bapak Sutanto, pegawai pajak
    • Bapak Abdul Rahman, pegawai pajak.
    • Ibu Ny. Abdul Rahman, guru Bahasa Inggris, seorang ibu rumah tangga lulusan sebuah sekolah di Singapura.
  2. Kesulitan bidang keuangan, Karena situasi di bidang keuangan ini, maka guru-guru lebih sering tidak menerima gaji/honorarium dari pada menerimanya. Untuk biaya operasional sering ditempuh usaha penggalian dana dengan cara :
    • Mengadakan pertandingan sepak bola di lapangan Canon Kudus (sekarang pasar Bitingan Kudus).
    • Mengadakan Facy fair (semacam pasar derma).
  3. Kesulitan lain adalah berupa pengakuan masyarakat dan sesama SMP di Kudus, Pengakuan ini baru muncul setelah pada Ujian Negara yang pertama kali diikuti tahun 1950, SMP Muhammadiyah Kudus berhasil mencapai hasil terbaik untuk seluruh SMP Negeri/Swasta se-Karesidenan Pati. Pada waktu itu yang berhasil lulus adalah 80%. Tamatan-tamatan Pertama antara lain :
  • Sdr. Drs. Sidiq
  • Sdr. Maskub
  • Sdr. Farich Bier
  • Sdr. Dr. Islam Nawawi
  • Sdr. Karmain

Perkembangan Sarana dan Prasarana

Pada awal didirikan tahun 1946 SMP Muhammadiyah 1 Kudus belum memiliki gedung sendiri dan menempati gedung di Majapahit sampai tahun 1947 pindah ke Jl. Sudirman. Pada tahun 1957 SMP Muhammadiyah 1 Kudus baru memiliki gedung sendiri yang terletak di Jl. KHR. Asnawi No. 7 Kudus sampai sekarang. Pembangunan dan penambahan lokal kelas dilakukan pada tahun 1964,1976 dan pada tahun 2000 mengikuti perkembangan jumlah siswa.

Sampai dengan sekarang SMP Muhammadiyah 1 Kudus telah memiliki 24 lokal kelas, 2 ruang guru dan kantor, Masjid, perpustakaan, laboratorium IPA, laboratorium Bahasa, 3 laboratorium Komputer, ruang ketrampilan, ruang OSIS dan IRM, ruang koperasi siswa, ruang BK, Aula, Studio musik, dan Pondok. Pembangunan dan penambahan sarana prasarana sekolah terus dilakukan mengikuti perkembangan zaman.

Daftar Kepala Sekolah

  1. HR. Soelicha
  2. Abdillah Noor
  3. Soediarto
  4. Oemar Wirasno
  5. Mashoedi
  6. Budhiwardoyo
  7. Basas
  8. Mardono
  9. Masyhadi
  10. Asaat
  11. Mardi Soebroto
  12. Soepangat Ps
  13. Kasmoedi, AMd.Pd 1996 - 2006
  14. Drs. Kasban Soemitardja 2006 - 2010
  15. Trisno Budiyanto, M.Pd (2010 - 2014)
  16. Muhammad Faris, S.Pd (2015 - 2018)
  17. Ali Zamroni, M.Pd (2019 - Sekarang)